antara madiun makassar
antara madiun makasar
semua kenangan dimulai dimasa kecilku di kota itu
kota madiun yang selalu kubanggakan
hingga langkah kaki membawa aku ke kota makasar
kota yang asing bagiku
di kota ini pula kisah kisahku berjalan bersama waktu
aku selalu ingin pulang ke kota kecilku
tempat aku mengenal rasa
rasa yang kunamakan cinta
ingin kutinggalkan kota asing ini
tempat aku merasakan rasa
rasa lain yang kunamakan duka
ini tentang Q
ini tentang hidup Q…ketika dunia masa kecil adalah waktu dimana Q selalu ingin ada. Ketika aku tak pernah berharap kedewasaan menghampiriku. dan ketika Q menyadari waktu Q terus berjalan.
ini tentang tubuh Q… mata ku yang tak berhenti menatap masa lalu, jantungku yang tiba-tiba terhenti oleh laju waktu,indera ku yang tak mampu merasa karna luka,darahku yang tercampur duka
ini tentang hatiku… saatsebuah rasa bisa menguatkan sekaligus merapuhkan Q. Rasa yang sering Q sebut sebagai CINTA. Rasa yang Q agung agungkan, juga rasa yang Q jadikan alasan ketika benci hadir
Ini tentang Q… dan kamu. seseorang yang tiba2 datang dalam hidupku dan berlalu tanpa kusadari pula.
ini tentang cinta Q … perasaan yang hingga detik ini masih kusimpan untukmu… hingga waktu Q benar benar terhenti.
Aku dan Rasa benci itu …
‘Belajarlah untuk memaafkan….sebuah message tertulis di inbox emailku. Pesan yang tepat tertuju untukku saat diriku terjebak dalam rasa benci yang dasyat. Sekalipun aku benar-benar tak mengerti bagaimana cara memaafkan jika kebencian itu terlanjur memvirusi hatiku.
‘jangan jadikan luka itu membuat mu melemah, tapi jadikan luka itu membuat mu sekuat karang…. Kadang segala yang nampak kuat dan indah, ternyata rapuh didalamnya. Seperti itulah aku bahwa hati ini tak setegar yang mereka kira, sekalipun tlah kucoba menyembunyikan luka itu ditumpukan puing-puing hatiku.
‘Jangan biarkan benci merubah dirimu di hadapan Nya…. Luka ini pula yang perlahan membuat ku menjauh dan meninggalkan Nya, hingga menyeret langkahku kesunyinya kelam dan membuatku tak mampu lagi memaknai firmanNya. Diriku benar-benar tengelam pada kebencian yang dalam.
‘tetaplah jadi dirimu yang kukenal dulu, yang penuh cinta dan akan selalu dicintai … pesan terakhir yang tertulis di inbox emailku. Entahlah, aku belum bisa menyembuhkan sakit itu, aku belum mampu menyingkirkan rasa benci itu. Tapi aku akan mencoba…
-
Arsip
- Maret 2009 (1)
- Februari 2009 (7)
- Januari 2009 (17)
-
Kategori
-
RSS
RSS Entri
Komentar RSS
